Sekarang telah banyak orang yang mencoba mengambil profesi desain grafis yang dirasa untuk 10 tahun ke depan masih dibutuhkan orang terutama oleh perusahaan-perusahaan yang kebutuhannya sangat terikat dengan yang satu ini. Para desainer mulai dari yang handal sampai dengan yang coba-coba tampil dalam dunia ini, bisa dibilang jumlahnya sangat banyak. Mereka masih beranggapan bahwa dunia desain grafis sangatlah mudah, apalagi dalam era teknologi informasi saat ini. Penguasaan software pendukung dewasa ini sangatlah mudah, karena telah ditunjang dengan banyak tutorial yang melengkapi softwarenya itu sendiri.
Munculnya para desainer grafis telah membuat maraknya karya-karya bangsa yang tampil menjadi pelengkap memperindah kantung-kantung publikasi, periklanan maupun website yang juga kian marak (apalagi dalam era globalisasi saat ini). Kecenderungan kompetitif memang tidak bisa dipungkiri, baik dalam hal karya maupun harga. Dan itu tidak berlaku hukum berbanding lurus, karya yang indah tidak selamanya mahal. Hal terpenting adalah bagaimana cara mendapatkan order apalagi yang berkelanjutan (sustainable). Tapi pemikiran ini ternyata lebih menghasilkan uang daripada kepuasan. Padahal hidup yang penuh dengan nuansa keragaman ini, tidak harus selalu tergantung dengan uang, karena hal ini justru telah merendahkan nilai seni itu sendiri.
Walaupun semua itu telah terjadi dan berlangsung cukup lama, pada akhirnya yang mampu bertahan adalah mereka yang selalu mengembangkan wawasan mengikuti perkembangan trend yang berlaku. Trend ini tidak selamanya baru dan modern, bahkan masih banyak yang ingin berpenampilan konservatif, apik dan elegant. Pandangan mengenai eleganitas pun tidak harus selalu sama, biasanya telah melekat dalam diri dan tumbuh bersama selama masa perkembangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar